Archive

Posts Tagged ‘TV Show’

Miyabi ohh.. miyabi…

September 16th, 2009

Maria-Ozawa-depan Siapa yang tak tahu maria ozawa a.k.a Miyabi.. pasti “banyak”.. he.he.he :D. Miyabi adalah salah satu bintang film porno yang cukup terkenal dari jepang. Bagi yang belum tahu, jika ada, tanya aja uncle google pasti tahu dia :D.

Masalahnya, mungkin saya yang kurang terupdate, atau ketinggalan berita. Ceritanya, krn bingung mau ngapain, trus buka…… salah satu situs berita indonesia, detik. Scan dari atas sampe kebawah dari berita politik, teknologi, ekonomi, dan nyasar di bagian detik hot, Film Miyabi Siap Rilis Akhir 2009!. Ntah mengapa mousenya langsung nge-klik sendiri :D masuk halaman utama detik-hot.

Tadinya penasaran, ko bisa berita ini masuk detik hot, sekarang jadi terkejut, karena disuguhi headline berita yang satu lagi.. Maria ‘Miyabi’ Ozawa Siap Beraksi do Film Indonesia wiiiieeeewwww… he.he.he.

Read more…

Movies, Scrapbook, when i think outloud

Apakah bangsa ini masih waras?

August 6th, 2009

Ku awali dengan tertawa.. ha.ha.ha.ha.ha..

bukan berarti senang, bukan berarti sedih juga.. bingung.

Ditengah kesibukan tak menentu, tak tertahankan juga keinginan untuk menuliskan hal ini.

Sekarang (disaat postingan ini dibuat) saya tergoda ikut menonton siaran “favorit” teman saya. Acaranya Curhat di channel TP* dan Masihkah Kau Mencitaiku di RCT*. Kedua acara TV itu memiliki tema yang sama, menurut saya.. “Mempertontonkan Aib Keluarga” menjadikan masalah keluarga jadi tontonan umum, menjadi bahan tertawaan (red: terus terang aja, saya juga ketawa nontonnya, dimana seharusnya tidak). Terlepas apakah acara tersebut mengangkat sebuah masalah  yang sebenarnya (bukan rekayasa) atau tidak, tetap saja intinya adalah seperti yang saya sebutkan diatas.

Apakah acara tersebut masih waras? apakah media di indonesia masih memiliki kewarasan?. Sama seperti cerita sikawan ketika Cerita lebih berharga daripada nyawa. Media mengobral sebuah cerita tanpa (menurut saya) mempertimbangkan dampak dari cerita tersebut bagi masyarakat, yang penting adalah membuat sesuatu yang menjual. Kadang-kadang saya jadi merindukan masa-masa dulu ketika TVRI menjadi “channel wajib”, dengan panggung hiburan anak-anaknya, dengan acara kelompencapir-nya, dengan acara si-unyil nya, dan masih banyak lagi.

ohh iya. satu lagi yang mengusik saya, ketika UU Pornografi menjadi isu yang hangat, saya pernah menonton acara di channel TP* bertemakan, kirim SMS untuk menjawab pertanayaan yang dipandu oleh cewek seksi, berpakaian tak sewajarnya, agghh.. bukannya saya munafik, terus terang saya juga hmm… ya tertarik juga, tetapi kalau dipikir lebih jauh, kewarasan statsiun TiVi indonesia ini sudah di ambang batas kegilaan.. menjual acara yang tidak mendidik, pembodohan masyarakat… aggghhhhh….

Ujung-ujungnya bangsa ini sudah tak waras lagi karena menjadi “pembeli” yang baik atas jualan yang disajikan oleh penyedia jasa hiburan kita.

apakah anda masih waras? apa channel favorit anda? apa siaran favorit anda? anda pengemar sinetron? (aiiikkgggghh) klo iya, baca dulu celoteh sikawan ketika Film horror lebih mendidik daripada sinetron

sekian dululah.. saya mo nonton lagi acara ini.. sudah makin tak waras kulihat.. hihihihi..

Scrapbook, when i think outloud