Apakah bangsa ini masih waras?
Ku awali dengan tertawa.. ha.ha.ha.ha.ha..
bukan berarti senang, bukan berarti sedih juga.. bingung.
Ditengah kesibukan tak menentu, tak tertahankan juga keinginan untuk menuliskan hal ini.
Sekarang (disaat postingan ini dibuat) saya tergoda ikut menonton siaran “favorit” teman saya. Acaranya Curhat di channel TP* dan Masihkah Kau Mencitaiku di RCT*. Kedua acara TV itu memiliki tema yang sama, menurut saya.. “Mempertontonkan Aib Keluarga” menjadikan masalah keluarga jadi tontonan umum, menjadi bahan tertawaan (red: terus terang aja, saya juga ketawa nontonnya, dimana seharusnya tidak). Terlepas apakah acara tersebut mengangkat sebuah masalah yang sebenarnya (bukan rekayasa) atau tidak, tetap saja intinya adalah seperti yang saya sebutkan diatas.
Apakah acara tersebut masih waras? apakah media di indonesia masih memiliki kewarasan?. Sama seperti cerita sikawan ketika Cerita lebih berharga daripada nyawa. Media mengobral sebuah cerita tanpa (menurut saya) mempertimbangkan dampak dari cerita tersebut bagi masyarakat, yang penting adalah membuat sesuatu yang menjual. Kadang-kadang saya jadi merindukan masa-masa dulu ketika TVRI menjadi “channel wajib”, dengan panggung hiburan anak-anaknya, dengan acara kelompencapir-nya, dengan acara si-unyil nya, dan masih banyak lagi.
ohh iya. satu lagi yang mengusik saya, ketika UU Pornografi menjadi isu yang hangat, saya pernah menonton acara di channel TP* bertemakan, kirim SMS untuk menjawab pertanayaan yang dipandu oleh cewek seksi, berpakaian tak sewajarnya, agghh.. bukannya saya munafik, terus terang saya juga hmm… ya tertarik juga, tetapi kalau dipikir lebih jauh, kewarasan statsiun TiVi indonesia ini sudah di ambang batas kegilaan.. menjual acara yang tidak mendidik, pembodohan masyarakat… aggghhhhh….
Ujung-ujungnya bangsa ini sudah tak waras lagi karena menjadi “pembeli” yang baik atas jualan yang disajikan oleh penyedia jasa hiburan kita.
apakah anda masih waras? apa channel favorit anda? apa siaran favorit anda? anda pengemar sinetron? (aiiikkgggghh) klo iya, baca dulu celoteh sikawan ketika Film horror lebih mendidik daripada sinetron
sekian dululah.. saya mo nonton lagi acara ini.. sudah makin tak waras kulihat.. hihihihi..





kita lihat aja sekarang bang, dah banyak anak remaja dah mulai bunuh diri
anak2 udah bisa ngomong cinta
kekekekek, dari pada nonton shitnetron mendingan awak nonton laptop si unyil atau kisah si bolang atau baca blog http://melalak.com kali ye
Reply
Ojak Reply:
August 7th, 2009 at 4:20 am
lucunya lagi ndro.. acara idola cilik.. lagunya lagu peter pan dan sejenisnya.. nungga sega be.. daga fuang..
Reply
kau tonton juga yah episode “Perempuan Terbaik untuk Suamiku”
kalau kutilik lagi tulisanmu ini, semua ping-back yang kau kasih, emang lah sengaja yah mau kau singkap peranku sebagai promotor acara SMS itu
Reply
Ojak Reply:
August 7th, 2009 at 4:19 am
“perempuan terbaik untuk suamiku” beghhh… jelaslah bukan tontonan awak itu.. secara ngga punya suami..he.he.he.he.he.
hmm…. emang pingbacknya ada sedikit unsur menguak fakta neh..ha.ha.ha.ha.ha.ha..
Reply
mang segh..
ga suka nya ngeliat acara idola cilik itu karena lagu yg dinyanyiin itu lagu2 org dewasa semua..
tapiiiiiiiiii…………………..PATTON nya itu lho..
ehm..serius lagi..
iya yah..suguhan nya tipi indonesia makin aduhai semua..hati ku jadi merasa t’iris ngeliat nya..
Reply
Ojak Reply:
August 7th, 2009 at 6:25 am
t’iris.. hiks..hiks..
Reply