Aku Batak
“AKU BATAK” mungkin sebuah ucapan yang terkesan menyombongkan diri sebagai seorang suku batak, yang ujung-ujungnya ada unsur SARA-nya. Aku memandangnya dari sudut pendang yang berbeda. Aku bangga jadi orang batak, bukan berarti aku menyombongkan diri jadi suku batak.
jadi, kenapa?
Saya rasa hal seperti ini sangat penting sekarang ini dimana generasi muda sekarang cenderung sudah mengalami degradasi pengetahuan akan budaya, sukunya, atau pengetahuan akan asal-usulnya. Banyak ahli yang mengatakan bahwa hal ini dipengaruhi oleh budaya asing/barat/negara lain, yang cenderung lebih “menarik” untuk dilakoni. Benar, saya setuju.. tetapi menurut saya hal ini juga dipicu oleh suatu hal yang kita anggap sepele.
Unsur SARA (dalam pengertian negatif), mungkin yang menyebabkannya adalah pemahaman yang salah akan SARA itu sendiri, contoh : kadang kadang orang yang “melekatkan” unsur budaya-nya (sukunya) langsung dituduh, ada unsur SARA-nya… padahal belum tentu khan.
Hal ini memang ada tujuan positifnya, menghindari konflik, itulah kasarnya.. tetapi hal ini juga membuat generasi yang “baru-baru” cenderung meninggalkan atribut-atibut budayanya (sukunya) ya… supa tidak ada SARA-nya (ngeri kalilah si SARA ini ya.. :D). Untuk menghindari adanya unsur SARA kita — tidak semua ya, mungkin cuma sebagian kecil – bergerak ke SARA-free ZONE yang ujung-ujungnya menimbulkan kemungkinan kita akan tetap berada disitu, lupalah kita akan asal-usul kita. hmmmm… think mode on.
Jadi tidak ada salahnya atau alangkah baiknya jika kita bangga akan suku kita, bangga akan budaya kita.. dengan bangga dan senang aku mengatakan AKU BATAK yang diikuti oleh rekan disamping saya yang mengatakan AKU JAWA, atau AKU BUGIS, atau AKU DAYAK.. tapi kalo ada yang bilang AKU MALAYSIA.. bisa-bisa kena lotak (djitak) lah kau ntar..
Bangga akan budaya bukan berarti kemana-mana harus melekatkan atribut budaya (suku). Melakukan tindakan sekecil apapun yang bertujuan untuk melestarikan budaya loe.. sesuatu yang bagus menurut saya.
Tak kasih contoh, ada kawan – kawannya kita tahe
— dibilang batak dalle (secara dia tak tahu berbahasa batak.. hihihi). Tetapi dia bangga akan budaya batak sampe-sampe dia membuatkan sebuah website wiki untuk budaya batak, batakpedia.com suatu perbuatan yang menggambarkan kebanggaan akan budaya-nya menurut saya. Coba lae,ito,tulang, dsb bayangkan kalau ada orang batak yang bingung akan ha-batahon-na, tinggal klik ensiklopedia batak. Kalau kita semua bisa begini.., tak mungkinlah lagi maling dari negri seberang ngaku kalo tari pendet (pendet dance) kepunyaan mereka, bisa kena lotak-lah dia sama orang bali sana, dicampur kaw sama arak bali.. hehehehe…
jadi kau apa lae/ito?
note: kontent batakpedia-nya mungkin masih dikit/kosong, anda mengaku batak, punya pengetahuan tentang budaya batak, berkontribusilah..





makasih udah di kasih pengumuman pak,jadi terharu
aku batak dan aku bangga menjadi orang batak
Reply
aku pun batak, walaupun macam si kawan itu.. agak dallee dikit
Reply
bangga banget jadi boru batak..
maka nya suka bingung kalo ngeliat org2 yg ga bisa bahasa batak padahal domisili di markas nya org batak..menyedihkan..
gw?
kelahiran tual (ambon), gede di pulau jawa..bahasa batak? masih bisa lha diadu ama anak2 yg besar di tanah batak..
*maaf..kesombongan ini timbul karena aq bangga jadi boru batak..
^ aq ngomong apa yah..hihih..
Reply
Ojak Reply:
August 24th, 2009 at 10:46 am
Ai baru pe hu boto, diantusi ho do hape hata batak..
Reply
aku jg batak..bangga?? tentu IYA..
Dulu memang kusadari hampir jadi kayak si kawan dalle itu..sampe2 pernah diejek ama seorang dosen…-dasar orang medan..marbahasa batak marpasir2 marbahasa indonesia marbatu2-.. *siapakah dosen itu??..hihihi..
Tapi selama 3 tahun di del, akhirnya lancar juga..walau gak selancar BOjak..apalagi amang jumadi
Reply
@ellsa, adek nya b’ojak yg paling manis
begh..
sepele bang ganteng..
Reply
Horas ito,
Las pas hian ma goresan tanganmom itu. Ai songon na menyentuh do poang.
Sama dengan bangga menjadi orang indonesia di negara lain, katakanlah Australia, begitulah kita seharusnya bangga menjadi orang batak di manapun berada di seantero nusa bangso (read:sabang sampai merauke)
Mengapa? itulah ‘identitas’ yang melekat pada kita. Satu orang bisa berbicara lebih dari satu ‘dialect’ alai molo identitasna ingkon sada doi. Ai songon halak hita na boi marbahasa inggris, jawa, bolanda, nias,jerman, nang aha pei, ai ingkon adong do ‘accent’na, napatudohon haaslionna.
Dengan memiliki identitas tersebut, kita secara otomatis memiliki budaya kita sendiri, dan bagaimana itu tampak? dengan bahasa.Bahasa dalam hal ini bukan hanya ‘utterance’ tapi juga ’sign’ atau ’symbol’
So, nang godang pe angka pengaruh na ro sian segala penjuru nang media, alai ingkon do sai ingoton indentitas dan budaya kita. Jika kehilangannya, berarti kita menjadi “terjajah” atau “dijajah” kembali. The powerful’s domination over the ‘powerless’
iantusi do kan ito? molo soal bahasa na hupangke on, ai unsur kesengajaan do husampur-sampur,so harap maklum ma disi ate.
Horas.
Long live Batak
Reply
Ojak Reply:
September 5th, 2009 at 11:52 am
toho do i boto.. alai molo “accent”-mi memang na pabatak hu do sipata.. wakakakakak
Reply
Reply
Ojak Reply:
September 5th, 2009 at 11:52 am
sempat pula diclaim bahasa batak.. kita pahabang lah losung dari sini ke malingsia..
Reply
baikla,,baikla,,beta ma hita marbahasa batak asa unang dalle,,
molo au do, dang pola diragukan be bhs batakQ,,
,,ale adg do otik2 na so huboto mmg,,rap bljr ma hita sude.. 
Reply
Ojak Reply:
September 9th, 2009 at 6:48 am
ai molo ho attong boto.. ndang i raguhon be.. alana sian segi penampilan pe.. nungga songon na tarida.. he.he.he.he. piiissss
Reply
mejuah-juah bang

Reply
Penjahatnya batak….pengacaranya batak,,,,,polisinya batak……jaksanya batak…..hakimnya batak……tak tak tak pada maen jitak jitakan……
Reply
Ojak Reply:
May 3rd, 2010 at 3:36 pm
heban kan… yang lain cuma duduk bengong..
Reply